feat(order): support weight-based products

Products like fish are sold per weighing (4.2 ons, 5.6 ons), which the
order line could not represent: quantity is INTEGER and prices are always
computed as quantity * unit_price.

Model one weighing as one order line. quantity stays INTEGER and keeps
meaning "how many items"; the measured amount goes into a new nullable
order_items.weight, and the line is priced weight * unit_price. Two
weighings of the same product are two lines, never merged into one.

Keeping quantity integral avoids float comparisons in void, refund and
split bill, where accumulated rounding error would silently misbehave —
"1.4 + 1.4 + 1.4" is not 4.2 in float64, which would leave a fully paid
split-bill item marked unpaid.

BillableQuantity() is now the single place that decides between weight
and count; every price and cost calculation goes through it. Missing one
would bill a 4.2 ons fish as a single ons — wrong money, no error.

Two database constraints back the design: a weighed line always carries a
positive weight, and its quantity is pinned to 1. The latter also makes
void all-or-nothing for weighed lines, so the row-splitting branch can
never produce a zero-weight remainder row.

Also wires product.unit_id through the API, which was previously not
settable at all, and corrects the misleading comment on the request's
unit_price field — that value has never been used; price always comes
from the database.

Design notes and the audit of every price multiplication site are in
docs/rfc-weight-based-products.md.

Co-Authored-By: Claude Opus 5 (1M context) <noreply@anthropic.com>
This commit is contained in:
efrilm
2026-09-06 17:14:42 +07:00
co-authored by Claude Opus 5
parent 1e5573af75
commit 992bb04816
30 changed files with 901 additions and 66 deletions
+362
View File
@@ -0,0 +1,362 @@
# RFC: Produk Timbangan (Weight-Based Products)
**Status:** Diimplementasikan (migrasi `000089`)
**Tanggal:** 2026-09-05, diperbarui 2026-09-06
**Scope:** Product, Order, Void/Refund, Report
**Out of scope:** Inventory / pengurangan stok otomatis (lihat §8)
---
## 1. Masalah
Sistem mengasumsikan setiap produk dijual dalam satuan diskrit. `order_items.quantity`
bertipe `INTEGER` dengan `CHECK (quantity > 0)`, dan harga dihitung
`quantity × unit_price` di seluruh jalur order, void, refund, dan split bill.
Produk seperti Ikan Tude dijual per timbangan. Pelanggan memesan Ikan Tude 4,2 ons,
lalu memesan Ikan Tude lagi 5,6 ons. Keduanya adalah **dua ikan berbeda yang ditimbang
terpisah** — bukan satu baris berisi 9,8.
Angka 4,2 itu **berat**, bukan cacah. Sistem belum punya tempat untuk menyimpannya.
> **Catatan satuan.** RFC ini tidak mengasumsikan satuan tertentu. Satuan produk
> ditentukan `products.unit_id` yang merujuk tabel `units` — bisa ons, kg, gram, atau
> apa pun yang didefinisikan organisasi. Contoh memakai **ons** karena itu kasus yang
> sedang dikerjakan; tidak ada bagian desain ini yang bergantung padanya.
---
## 2. Keputusan Inti
**Satu penimbangan = satu baris `order_items`.**
| | Baris 1 | Baris 2 |
|---|---|---|
| Ikan Tude 4,2 ons | `quantity = 1`, `weight = 4.2` | |
| Ikan Tude 5,6 ons | | `quantity = 1`, `weight = 5.6` |
`quantity` tetap `INTEGER` dan tetap berarti "berapa banyak barang". Berat masuk ke
kolom baru. Dua baris tidak pernah digabung menjadi `9.8`, karena keduanya memang dua
ikan yang berbeda.
### Kenapa bukan `quantity = 4.2`
Alternatif yang sempat dipertimbangkan adalah mengubah `quantity` menjadi
`DECIMAL(12,3)`. Model itu ditolak karena tiga alasan:
1. **Menghapus jejak barang.** `4.2` dan `5.6` yang digabung jadi `9.8` kehilangan
informasi bahwa ada dua ikan. Tidak bisa direkonstruksi.
2. **Merusak agregasi lintas produk.** `SUM(quantity)` untuk laporan
"total item terjual" akan menjumlahkan ons dengan porsi — angka tanpa arti, yang
bahkan berubah nilainya bila satuan produk diganti dari ons ke kg tanpa ada apa pun
yang berubah di dunia nyata.
3. **Membawa masalah presisi float ke seluruh sistem.** Perbandingan quantity dipakai
di void, refund, dan split bill. Dengan float, `1,4 + 1,4 + 1,4` tidak sama dengan
`4,2` — split bill "bagi rata bertiga" akan gagal menandai item lunas meski uang
sudah diterima penuh. Semua itu tidak terjadi bila `quantity` tetap integer.
Konsekuensi langsung dari keputusan ini: **tidak diperlukan helper perbandingan
epsilon.** Berat tidak pernah dibandingkan, hanya dikalikan.
---
## 3. Prinsip
**P1 — Baris transaksi adalah snapshot yang beku.**
`order_items` sudah menyimpan `unit_price` dan `unit_cost` sebagai salinan, bukan join
ke `products`. Satuan mendapat perlakuan sama: mengubah master data tidak boleh
mengubah arti transaksi yang sudah terjadi.
**P2 — Perhitungan harga baris hanya ada di satu tempat.**
Setelah RFC ini ada dua rumus (`quantity × harga` dan `weight × harga`). Tidak boleh
ada perkalian harga yang tersebar; semuanya memanggil satu fungsi.
**P3 — Harga tetap otoritas backend.**
Klien tidak pernah mengirim harga. Backend membacanya dari `products` /
`product_outlet_prices` seperti sekarang.
**P4 — Berat boleh dijumlahkan dalam satu produk, tidak boleh antar produk.**
`SUM(weight)` untuk satu produk bermakna ("terjual 47,3 ons"). Lintas produk dengan
satuan berbeda tidak bermakna.
---
## 4. Perubahan Skema
```sql
-- Products: cara jual
ALTER TABLE products
ADD COLUMN sell_by VARCHAR(20) NOT NULL DEFAULT 'unit'
CHECK (sell_by IN ('unit', 'weight'));
-- Order items: berat + snapshot satuan
ALTER TABLE order_items
ADD COLUMN weight DECIMAL(12,3),
ADD COLUMN unit_id UUID REFERENCES units(id) ON DELETE RESTRICT;
ALTER TABLE order_items
ADD CONSTRAINT chk_order_items_weight_positive
CHECK (weight IS NULL OR weight > 0),
ADD CONSTRAINT chk_order_items_weight_single_line
CHECK (weight IS NULL OR quantity = 1);
```
**Catatan:**
- `weight` **nullable**. `NULL` berarti produk satuan biasa — seluruh data lama valid
tanpa backfill, dan perilakunya tidak berubah sama sekali.
- `chk_order_items_weight_single_line` menegakkan keputusan §2 di level database:
baris berbobot selalu `quantity = 1`. Ini yang membuat `BillableQuantity()` tidak
ambigu dan membuat void otomatis bersifat utuh (§6).
- `quantity` **tidak berubah tipe**. `CHECK (quantity > 0)` yang sudah ada tetap
berlaku.
- `DECIMAL(12,3)` konsisten dengan `inventory_movements.quantity` yang sudah memakai
presisi sama.
- Tidak ada `weighed_unit`. Karena satu baris memang satu barang, "ikan curah" dan
"ikan per ekor" berperilaku identik — pembedaan itu tidak punya konsekuensi.
---
## 5. Perhitungan Harga
Satu-satunya tempat yang boleh mengalikan harga (P2):
```go
// BillableQuantity mengembalikan pengali harga untuk baris ini:
// berat bila produk dijual per timbangan, jumlah bila dijual per satuan.
// Baris berbobot dijamin quantity = 1 oleh constraint DB.
func (oi *OrderItem) BillableQuantity() float64 {
if oi.Weight != nil {
return *oi.Weight
}
return float64(oi.Quantity)
}
func (oi *OrderItem) CalculateTotalPrice() {
oi.TotalPrice = RoundMoney(oi.BillableQuantity() * oi.UnitPrice)
}
func (oi *OrderItem) CalculateTotalCost() {
oi.TotalCost = RoundMoney(oi.BillableQuantity() * oi.UnitCost)
}
```
`unit_price` tetap berarti **harga per satu satuan produk** (per ons). Tidak ada faktor
konversi yang menyelinap ke perhitungan uang.
### Titik yang harus diganti
Ini bagian paling berisiko dari RFC. Setiap perkalian harga yang terlewat akan
menghitung `1 × harga_per_ons` — ikan 4,2 ons ditagih seharga 1 ons. **Salah uang,
bukan salah tampilan**, dan tidak memicu error apa pun.
| Lokasi | Sekarang |
|---|---|
| `processor/order_processor.go:197-198` | buat order |
| `processor/order_processor.go:330-331` | tambah item ke order |
| `processor/order_processor.go:605-606` | jumlah & HPP yang di-void |
| `processor/order_processor.go:723` | jumlah refund |
| `processor/split_bill_processor.go:143` | hitung jumlah split |
| `processor/split_bill_processor.go:189` | catat pembayaran |
| `processor/split_bill_processor.go:231` | metadata pembayaran |
| `repository/order_item_repository.go:113` | jumlah void penuh |
Implementasi menemukan **lima titik tambahan** di luar daftar di atas, semuanya di jalur
inventory movement dan resep bahan yang tidak terlihat saat RFC ini ditulis:
| Lokasi | Status |
|---|---|
| `order_processor.go:1056` `createInventoryMovement` | mati (0 pemanggil), tetap diperbaiki |
| `order_processor.go:1354` `prepareProductInventoryMovement` | **hidup** |
| `order_processor.go:1420` `prepareIngredientRecipeItem` | **hidup** |
| `order_processor.go:1518` `prepareRefundProductInventoryMovement` | mati (0 pemanggil), tetap diperbaiki |
| `order_processor.go:1584` `prepareRefundedIngredientRecipeItem` | **hidup** |
Tiga yang hidup penting: tanpa perbaikan, konsumsi bahan untuk ikan 4,2 ons akan
dihitung sebagai 1 satuan resep.
### Verifikasi
```bash
grep -rn "Quantity) \* \|Quantity \* " --include=*.go internal/ \
| grep -iE "price|cost" | grep -v BillableQuantity | grep -v totalIngredientQuantity
```
Hasilnya **tidak kosong** — tersisa tujuh baris, semuanya sudah diperiksa dan aman:
- `mappers/inventory_movement_mapper.go:129` dan
`processor/inventory_movement_processor.go:69` — penyesuaian stok manual, bukan
baris order.
- `repository/order_item_repository.go:144,146,147,165,166` — cabang void sebagian,
yang baris berbobot tidak pernah jangkau karena dijaga `orderItem.IsWeighed()`.
Bila daftar ini bertambah di kemudian hari, baris barunya harus diperiksa satu per satu.
---
## 6. Void, Refund, Split Bill
**Tidak ada perubahan logika.** Ini konsekuensi menyenangkan dari `quantity` yang tetap
integer.
**Void.** `VoidOrderItem` (`repository/order_item_repository.go:104`) bercabang pada
`voidQuantity >= orderItem.Quantity`. Untuk baris berbobot, `quantity` dijamin `1` dan
`voidQuantity` minimal `1`, sehingga **selalu** masuk cabang void penuh. Cabang
pemecahan baris tidak pernah tersentuh, sehingga tidak mungkin lahir baris sisa
berbobot nol. Yang berubah hanya perhitungan `voidedAmount` di baris 113 (§5).
**Refund.** Sama — refund baris berbobot bersifat utuh. Hanya `refundAmount` di
`order_processor.go:723` yang perlu memakai `BillableQuantity()`.
**Split bill.** `payment_order_items.quantity` tetap `INTEGER`. Untuk baris berbobot
nilainya `0` atau `1` — bayar penuh atau tidak sama sekali. Seluruh perbandingan di
`split_bill_processor.go` tetap aritmatika bilangan bulat, sehingga masalah presisi
float tidak pernah muncul. Hanya perhitungan `itemAmount` (baris 143 dan 189) yang
berubah.
**Batasan yang diterima:** refund atau void **sebagian berat** (mengembalikan 1 ons
dari baris 4,2 ons) tidak didukung. Untuk barang yang sudah ditimbang dan diserahkan,
koreksi sebagian pada praktiknya berarti salah timbang — yang penanganan benarnya
adalah void baris itu lalu input ulang, bukan mengubah berat baris yang sudah tercatat.
Ini menjaga jejak audit tetap jujur.
---
## 7. Validasi & Tampilan
### 7.1 Aturan validasi
Divalidasi di processor saat membuat / menambah item, di mana produk sudah dimuat:
| `products.sell_by` | Aturan |
|---|---|
| `unit` | `weight` harus kosong. Bila dikirim → tolak. |
| `weight` | `weight` wajib ada dan `> 0`. `quantity` dipaksa `1`. |
`unit_id` di `order_items` diisi dari `products.unit_id` saat baris dibuat (P1) —
bukan dibaca lewat join saat ditampilkan.
Berat dibulatkan ke 3 desimal saat masuk, agar nilai tersimpan selalu sama dengan
nilai yang divalidasi.
### 7.2 Tampilan
`templates/daily_transaction.html:539` mencetak `{{$item.Quantity}}`. Untuk baris
berbobot ini akan menampilkan `1`, bukan `4,2 ons`. Perlu bercabang pada `weight`.
Response API menambah `weight` dan `unit` pada item, agar frontend dan struk dapat
menampilkan `4,2 ons × Rp 4.500` alih-alih `1 × Rp 4.500`.
---
## 8. Report
**Tidak ada perubahan yang wajib.** Karena `quantity` tetap integer dan tetap berarti
"berapa banyak barang":
- `SUM(oi.quantity)` sebagai `total_items` tetap bermakna dan tetap konsisten lintas
produk — 2 ikan tetap dihitung 2, bukan 9,8 ons.
- `QuantitySold` tetap `int64`. Tidak ada pemotongan pecahan.
- `average_price = SUM(total_price) / SUM(quantity)` menjadi "rata-rata harga per
ekor", yang tetap merupakan angka bermakna.
**Tambahan opsional** — melaporkan berat terjual, hanya pada laporan **per produk**
(P4):
```sql
COALESCE(SUM(oi.weight), 0) AS weight_sold
```
Tidak boleh dipakai pada agregat lintas produk, karena akan menjumlahkan satuan yang
berbeda.
---
## 9. Di Luar Scope
**Pengurangan stok otomatis.** `adjustInventoryWithTransaction`
(`order_processor.go:1177`) dan `adjustIngredientInventoryWithTransaction`
(`order_processor.go:920`) terdefinisi tetapi **tidak pernah dipanggil dari mana pun** —
sudah diverifikasi se-repo. Endpoint CRUD inventory berfungsi; pengurangan stok saat
penjualan tidak tersambung.
Konsekuensi untuk RFC ini: `inventory.quantity` yang masih `int` tidak menghalangi
apa pun.
Catatan untuk nanti bila jalur stok disambungkan:
- Stok produk timbangan harus berkurang sebesar `weight`, bukan `quantity` — kalau
tidak, menjual ikan 4,2 ons hanya mengurangi stok sebanyak 1.
- `inventory.quantity` perlu menjadi `DECIMAL(12,3)` lebih dulu. Biayanya hampir nol
sekarang (3 call site, tanpa data historis); jauh lebih mahal setelah berjalan.
- `order_processor.go:946` berisi `deltaInt := int(delta)` yang memotong pecahan.
Kode ini mati, jadi bukan kebocoran aktif — tetapi bila disambungkan tanpa
diperbaiki, konsumsi bahan di bawah 1 unit akan hilang diam-diam.
Kedua fungsi mati itu sebaiknya **dihapus atau disambungkan**, jangan dibiarkan
menggantung — komentar di dalamnya ditulis seolah-olah aktif.
---
## 10. Temuan Sampingan: `unit_price` pada request diabaikan
`CreateOrderItemRequest.UnitPrice` (`contract/order_contract.go:46`) berkomentar
*"Optional, will use database price if not provided"*. Kenyataannya field ini **tidak
pernah dipakai** — satu-satunya yang menyentuhnya adalah validasi `< 0` di
`service/order_service.go:431` dan `:474`. Processor selalu membaca harga dari
`products` / `product_outlet_prices`.
Perilaku sekarang sudah benar dan sesuai P3. Yang salah hanya komentarnya, yang
menyiratkan klien bisa mengirim harga. Sebaiknya field itu **dihapus** dari contract,
atau komentarnya dikoreksi menjadi keterangan bahwa harga selalu diambil dari database.
Dibiarkan seperti sekarang, ini mengundang frontend mengirim harga dan menyangka
berhasil, padahal diabaikan diam-diam.
---
## 11. Urutan Implementasi
1. **Migrasi skema** (§4). Aman: semua kolom nullable atau ber-default, data lama
tidak tersentuh.
2. **`BillableQuantity()` + `CalculateTotalPrice()` / `CalculateTotalCost()`** (§5).
3. **Ganti 8 titik perkalian harga** (§5) lalu jalankan dua `grep` verifikasi.
4. **Field kontrak**: `weight` pada request order & self-order, `weight` + `unit` pada
response.
5. **Validasi `sell_by`** (§7.1).
6. **Template & tampilan struk** (§7.2).
7. *(Opsional)* `weight_sold` pada laporan per produk (§8).
Langkah 1-4 membuat produk timbangan dapat dijual dengan harga yang benar. Langkah 5
mencegah data tidak konsisten masuk. Langkah 6 membuat struk terbaca benar.
---
## 12. Risiko
| Risiko | Dampak | Mitigasi |
|---|---|---|
| Satu titik perkalian harga terlewat | Ikan 4,2 ons ditagih seharga 1 ons — salah uang, tanpa error | Dua `grep` verifikasi di §5; uji satu order timbangan lewat setiap jalur (create, tambah item, void, refund, split bill) |
| `weight` dikirim untuk produk `unit` | Harga baris salah total | Validasi §7.1 + constraint DB |
| `quantity > 1` pada baris berbobot | `BillableQuantity()` ambigu | Dicegah `chk_order_items_weight_single_line` di level DB |
| Klien lama tidak mengirim `weight` | Produk timbangan ditagih 1 satuan | Validasi §7.1 menolak, bukan mendiamkan |
| Struk menampilkan `1` alih-alih `4,2 ons` | Pelanggan bingung, kasir kehilangan kepercayaan | §7.2 |
---
## 13. Pertanyaan Terbuka
1. **Pembulatan uang — diputuskan sementara, perlu konfirmasi.** `RoundMoney`
membulatkan ke **2 desimal**, mengikuti presisi kolom `decimal(10,2)` yang sudah
dipakai semua nilai uang. Jadi `4,237 ons × Rp 4.500` tersimpan `Rp 19.066,50`.
Ini pilihan paling tidak mengejutkan dan konsisten dengan data lama, tetapi **bukan**
pembulatan ke rupiah utuh. Bila kasir harus menerima uang dalam rupiah penuh (atau
kelipatan Rp 100/500), ubah `RoundMoney` di `entities/order_item.go` — satu tempat,
dan lakukan **sebelum** ada transaksi timbangan, karena setelahnya data lama dan
baru akan mengikuti aturan berbeda.
2. **Presisi input berat.** Apakah `4,237 ons` (resolusi 0,1 gram) valid, atau input
harus dibatasi ke kelipatan tertentu sesuai resolusi timbangan? Bila perlu dibatasi,
tambahkan `products.min_weight_increment`.
3. **Sumber angka timbangan** — kasir mengetik manual atau timbangan tersambung? Bila
tersambung, ada urusan tara dan pembacaan stabil yang berada di luar RFC ini.